Monday, August 1, 2011

Project Eco-friendly Church

 

8 Agustus 2008, Rev. David Lunan, Ketua Church of Scotland, memimpin kebaktian khusus malam itu untuk meresmikan Bridge of Allan Church yang merupakan terobosan gereja ramah lingkungan di Skotlandia.

Aula gereja yang baru direnovasi itu memanfaatkan teknologi ramah lingkungan terkini, di antaranya sistem pemanas inovatif yang dikembangkan Swedia yaitu memanfaatkan sumber panas dari tanah untuk menghangatkan lantai melalui empat lubang bor yang masuk 100 meter ke dalam tanah. Pompa panas terhubung ke radiator baru yang digunakan untuk menghangatkan ruang-ruang di gereja tersebut. Bridge of Allan Church juga menggunakan panel surya untuk memanaskan air. Gereja ini adalah salah satu dari 180-an "eco-church" di Skotlandia yang telah membuat komitmen untuk mengatasi perubahan iklim melalui tindakan dalam komunitas lokal mereka dan membuat perubahan dalam cara bergereja dan berjemaat. Program eco-church ini didukung oleh Church of Scotland (semacam PGI di Indonesia). 

"Proyek Bridge of Allan Church adalah contoh yang sangat baik dan inovatif dari komitmen itu," kata Rev. Lunan di depan jemaat dan para undangan yang hadir. Ia menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung negara dalam mengurangi tingkat emisi karbon.

"Gereja siap dan bersedia untuk bekerjasama dengan Pemerintah Skotlandia melalui program eco-church untuk membantu negara memenuhi target mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 80% pada tahun 2050," katanya.

Gereja Skotlandia mulai terlibat dalam upaya perbaikan iklim sejak kepemimpinan Rev. Sheilagh Kesting yang merupakan anggota Koalisi untuk Penghentian Bencana Iklim di Inggris tahun 2007. Saat itu para rohaniwan turut serta memberikan tekanan publik kepada Pemerintah Inggris untuk melakukan tindakan nyata di dalam dan luar negeri agar pemanasan global tidak melebihi 2 derajat Celcius. (PN)

Disadur dari Christianity Today

Joomla Hosting

1 comment:

Rakryan Mataram said...

Jika komunitas keagamaan di Indonesia juga berprakarsa aktif dalam tindakan nyata mungkin banyak persoalan lingkungan bisa diselesaikan :-)