Friday, April 20, 2012

Earth Day 2012 - Mobilize the Earth


Hari Bumi (Earth Day) diperingati di seluruh dunia melalui berbagai kegiatan untuk meningkatkan kepedulian dan penghargaan atas lingkungan yang alami dan lestari di Bumi. Peringatan Hari Bumi dikoordinir oleh Earth Day Network (EDN) serta dirayakan setiap tahunnya oleh lebih dari 175 negara.

Tema tahun ini adalah “Mengerahkan Bumi” (Mobilize the Earth), didasarkan pada kenyataan bahwa planet Bumi, rumah kita, sedang diabaikan. Perubahan iklim terus berlanjut dan tak terbendung. Hampir setiap hari terjadi bencana alam di berbagai belahan dunia. Saatnya untuk mengerahkan seluruh warga planet ini untuk mengirim pesan bahwa: Bumi tidak bisa menunggu lebih lama lagi!

Friday, March 30, 2012

Earth Hour 2012

Earth Hour adalah agenda internasional yang digerakkan oleh WWF (WorldWide Fund for Nature), diselenggarakan setiap tahun pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret, yaitu dengan mendorong tiap rumah tangga dan fasilitas komersial untuk mematikan lampu atau perlengkapan listrik yang tidak penting selama satu jam. Tujuannya untuk membangun kepedulian serta mendorong tindakan nyata untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Earth Hour menjadi gerakan yang didukung kuat oleh WWF dan harian The Sydney Morning Herald ketika 2,2 juta penduduk Sydney pada tahun 2007 sepakat untuk mematikan lampu yang tidak penting selama satu jam. Setelah itu, sejak tahun 2008 banyak kota lain di dunia mengikuti jejak kota Sydney.

Mengapa mematikan listrik?

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa salah satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca adalah CO2 yang berasal dari konsumsi energi listrik yang saat ini sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil. Dari kajian lebih mendalam terbukti pula bahwa energi listrik sebagian besar digunakan untuk AC dan lampu, baik di lingkungan rumah tangga maupun fasilitas umum. Earth Hour menjadi gerakan yang populer di Indonesia karena mendapatkan momentum ketika terjadi krisis listrik beberapa waktu. Beberapa bagan berikut ini menggambarkan dengan cukup jelas tentang hal-hal tersebut di atas:

Thursday, March 22, 2012

Water and Food Security


Memperingati Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia (World Water Day) diperingati setiap tanggal 22 Maret sejak tahun 1993 melalui keputusan Majelis Umum PBB.

Pada mulanya usulan tentang event ini diajukan melalui Agenda 21 pada Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (UN Conference on Environment and Development) tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Pelaksanaan World Water Day mulai dilakukan tahun 1993 dan dalam waktu cepat mendapat dukungan yang sangat besar dari masyarakat luas.

Segenap anggota PBB memanfaatkan event ini untuk menerapkan rekomendasi-rekomendasi serta mempromosikan kegiatan-kegiatan nyata terkait sumberdaya air di negara masing-masing. Setiap tahun, salah satu dari badan-badan PBB yang terlibat dalam persoalan air memimpin kegiatan promosi dan melakukan koordinasi atas kegiatan berskala internasional untuk memperingati Hari Air Sedunia ini. Sejak pembentukannya pada tahun 2003, lembaga bernama UN Water bertanggung-jawab untuk menetapkan tema dan memimpin badan-badan PBB lainnya dalam rangka Hari Air Sedunia.

Thursday, September 1, 2011

Ecotourism: Peran dan Tantangannya



Ecotourism - sering diterjemahkan sebagai ekowisata - adalah perilaku wisata yang bertanggung jawab, karena biasanya mengunjungi obyek atau daerah yang masih asli atau dilindungi, yaitu dengan melakukannya dalam kelompok kecil/terbatas serta senantiasa berusaha memberi dampak minimal (sebagai alternatif wisata konvensional yang cenderung massal). Tujuannya adalah untuk memberikan wawasan bagi para wisatawan, mendukung upaya konservasi lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, serta mendorong penghormatan terhadap budaya yang berbeda sebagai wujud hak asasi manusia.

Lompat Batu (Nias, Sumatera Barat)
Sejak 1980-an ecotourism telah dianggap sebagai bentuk reaksi kritis terhadap berbagai masalah lingkungan demi kehidupan yang lebih baik. Ekowisata biasanya merupakan perjalanan ke tempat-tempat di mana mana flora, fauna dan warisan budaya adalah atraksi utamanya. Salah satu tujuannya adalah untuk memberikan wawasan bagi wisatawan akan dampak (kegiatan) manusia terhadap lingkungan, serta menumbuhkan penghargaan yang lebih besar terhadap habitat alam di sekitar kita.

Monday, August 1, 2011

Project Eco-friendly Church

 

8 Agustus 2008, Rev. David Lunan, Ketua Church of Scotland, memimpin kebaktian khusus malam itu untuk meresmikan Bridge of Allan Church yang merupakan terobosan gereja ramah lingkungan di Skotlandia.

Aula gereja yang baru direnovasi itu memanfaatkan teknologi ramah lingkungan terkini, di antaranya sistem pemanas inovatif yang dikembangkan Swedia yaitu memanfaatkan sumber panas dari tanah untuk menghangatkan lantai melalui empat lubang bor yang masuk 100 meter ke dalam tanah. Pompa panas terhubung ke radiator baru yang digunakan untuk menghangatkan ruang-ruang di gereja tersebut. Bridge of Allan Church juga menggunakan panel surya untuk memanaskan air. Gereja ini adalah salah satu dari 180-an "eco-church" di Skotlandia yang telah membuat komitmen untuk mengatasi perubahan iklim melalui tindakan dalam komunitas lokal mereka dan membuat perubahan dalam cara bergereja dan berjemaat. Program eco-church ini didukung oleh Church of Scotland (semacam PGI di Indonesia).