Thursday, March 22, 2012

Water and Food Security


Memperingati Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia (World Water Day) diperingati setiap tanggal 22 Maret sejak tahun 1993 melalui keputusan Majelis Umum PBB.

Pada mulanya usulan tentang event ini diajukan melalui Agenda 21 pada Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (UN Conference on Environment and Development) tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Pelaksanaan World Water Day mulai dilakukan tahun 1993 dan dalam waktu cepat mendapat dukungan yang sangat besar dari masyarakat luas.

Segenap anggota PBB memanfaatkan event ini untuk menerapkan rekomendasi-rekomendasi serta mempromosikan kegiatan-kegiatan nyata terkait sumberdaya air di negara masing-masing. Setiap tahun, salah satu dari badan-badan PBB yang terlibat dalam persoalan air memimpin kegiatan promosi dan melakukan koordinasi atas kegiatan berskala internasional untuk memperingati Hari Air Sedunia ini. Sejak pembentukannya pada tahun 2003, lembaga bernama UN Water bertanggung-jawab untuk menetapkan tema dan memimpin badan-badan PBB lainnya dalam rangka Hari Air Sedunia.

Selain negara anggota PBB, sejumlah LSM ikut mempromosikan air bersih dan habitat perairan yang berkelanjutan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa saat ini adalah waktunya untuk memperhatikan persoalan air yang semakin kritis. Sebagai contoh, setiap tiga tahun sejak 1997 Dewan Air Dunia (World Water Council) telah menggerakkan ribuan pihak untuk berpartisipasi dalam Forum Air Dunia (World Water Forum) selama pekan Hari Air Sedunia. LSM dan lembaga yang terlibat telah menggulirkan sejumlah isu penting, antara lain bahwa jutaan orang tidak memiliki akses ke air bersih, serta peran gender di keluarga untuk mendapat akses ke air bersih. Pada tahun 2003, 2006 dan 2009, Laporan PBB tentang Pengembangan Air Dunia (UN World Water Development Report) diterbitkan sebagai bagian dari dukungan atas Hari Air Sedunia. Laporan keempat diharapkan terbit pada 22 Maret 2012 ini.

Hari Air Sedunia 2012: Air dan Ketahanan Pangan

Tema tahun ini didasarkan pada kenyataan bahwa saat ini ada 7 miliar manusia yang membutuhkan makanan, ditambah 2 miliar lagi pada tahun 2050 nanti. Hasil penelitian menyatakan bahwa kita minum 2 hingga 4 liter air per harinya, namun kenyataannya sebagian besar air yang kita “minum” berasal dari makanan yang kita makan. Sebagai contoh: dibutuhkan 15.000 liter air untuk menghasilkan 1 Kg daging sapi, sementara 1 Kg gandung membutuhkan 1.500 liter air.

Ketika saat ini semiliar orang di dunia menderita kelaparan, sementara itu sumberdaya air semakin berkurang, kita tidak dapat memperkirakan lagi seberapa besar masalah yang akan ditimbulkan nantinya. Beberapa tindakan nyata yang dapat kita lakukan untuk memastikan bahwa makanan tetap bisa tersedia bagi semua orang di masa depan, antara lain:
  • Miliki pola makan yang sehat
  • Makanlah makanan yang dihasilkan melalui konsumsi air yang redah
  • Kurangi limbah makanan yang terbuang percuma: 30% makanan di dunia akhirnya tidak dikonsumsi, dan air yang digunakan untuk menghasilkan makanan tersebut berarti juga terbuang sia-sia
  • Hasilkan lebih banyak makanan dengan kualitas yang lebih baik tetapi dengan konsumsi air yang lebih redah
Pada semua rantai distribusi makanan, dari produser ke konsumen, sejumlah tindakan dapat dilakukan untuk menghemat air sekaligus memastikan agar makanan kita di masa depan dapat tersedia secara berkelanjutan.



Disadur dari beberapa sumber:

No comments: